Day 4 "Saatnya Mengedukasi"


     Tidak terlalu mendung dan panas, lagi-lagi pagi itu sangat menunjang sekali persiapan kami menuju lokasi pengabdian di hari ke 4. Agenda kali ini kami fokuskan untuk mengajar adik-adik kita di Mts Teluk Tamiang. Sebagai bonusnya, sore hari kita mengunjungi Balai Pembenihan Ikan Kalimantan Selatan yang lokasinya tepat diujung desa Teluk Tamiang. 
     Barang-barang yang kami bawa lumayan banyak. Termasuk alat-alat tulis, tas, buku dan beberapa perabot kelas yang kami dapatkan dari hasil donasi. Tampaknya siswa-siswi di sekolah ini lumayan banyak. Mungkin karena hanya ada 1 sekolah menengah pertama saja di desa ini. Pun siswa-siswinya berasal dari pulau-pulau tetangga yang harus menggunakan perahu nelayan untuk sampai di sekolah ini setiap hari. Hmm tidak bisa membayangkan bagaimana jika ombak besar datang, hujan, cuaca buruk atau bahkan ada badai. Tapi harus diacungi jempol, siswa-siswi disini tidak ada kata terlambat. Lokasi sekolah ini tepat di samping lapangan bola kebanggan masyarakat desa. Kondisinya lumayang bagus, namun ada beberapa kelas yang tidak layak untuk digunakan. Temboknya ada yang belum dicor atau diplamir. Lantainya berdebu, namun ada kelas yang sudah berkeramik. Ada pula kelas dibelakang yang tampak halaman depannya tertimbun tanah hasil longsor atau abrasi. Tidak ada tanaman di halaman mereka. Gersang dan bahkan banyak berserakan sampah. Untungnya kemarin sekolah ini kami jadikan tempat untuk menanam pohon. Dirawat ya adek-adek.. 
     Kami terbagi menjadi beberapa tim, dan saya masuk ke dalam divisi lingkungan dengan proker hari ini menonton film lingkungan. Teman-teman yang lain mengikuti upacara bendera sedangkan saya harus mondar-mandir dengan Restu untuk mencari soundsystem di balai desa dengan jalan kaki. Lumayan jauh, tapi kami tetap bersemangat dan bahkan sangat niat sekali haha. Padahal cuaca saat itu tiba-tiba panas sekali. Nampaknya upacar kali ini di pimpin oleh komandan Dimas. Wih dia ini satu-satunya taruna di tim ENJ Kalsel kali ini. Mantap bro! Banyak sekali kendala yang harus kami hadapi karena ternyata listrik masih tidak ada di Mts itu. Kemudian kami mencoba untuk menyambungkan dengan rumah yang berada di belakang sekolah. 











     Setelah ribet kesana kemari akhirnya kami mulai mengajar disana. Setiap kelas sistemnya kami rolling. Jadi, beberapa teman saya bertugas dibeberapa kelas dan kemudian kami putar. Suasananya cukup menyenangkan apalagi melihat tawa mereka yang sangat antusias dengan film yang akan kami putar berjudul "Kalimantan dulu, kini dan nanti". Di beberapa kelaspun juga demikian, kami ajak mereka untuk bernyanyi, belajar, dan games lainnya. Ada pula yang bertugas untuk PBB (Peraturan Baris Berbaris). Mereka tampak serius terhadap film ini. Kami memberikan penjelasan tentang film ini sekaligus games yang bertemakan lingkungan hidup. Rupanya mereka belum paham mengenai satwa endemik Kalimantan. Masa iya ada yang menyebutkan beruang kutub -,-. Haha..
     Kegiatan kami tutup dengan menari baby shark dan menulis harapan adik-adik kita ini. Semuanya terlihat ceria sekali dan sumringah. Namun, saya sempat terketuk pada satu tulisan mereka. Kurang lebih dia berkata seperti ini "Saya ingin ada jembatan di desa saya sehingga saya tidak naik perahu untuk sekolah". Memang kondisi laut tidak bisa ditebak. Mereka harus tetap membelah ombak untuk sampai bersekolah. Akses mereka sangat sulit, jauh dan jarang ada listrik. Kita doakan saja semoga pemerintah memahami ini semua. Hak untuk bersekolah mereka harus tetap dijalankan. Ada pula yang bertanya ke saya, kak bagaimana kalau saya jadi TNI? Hmm nampaknya cita-cita mereka sangat tinggi, dia berniat untuk merubah nasibnya. Saya motivasi dia bahwa semua itu gratis. Tapi ingat jangan terpengaruh minuman keras, narkoba dll. Fokus ke mimpi kamu. Nanti kalau udah jadi TNI, ketemu saya di Banjarmasin ya! 

     Siang hari kegiatan kami tutup dengan main voli bersama. Wah, teman-teman disini walaupun secara fisik terlihat pendek, namun pukulannya josss!! 

    Pukul 14.00 WITA, kegiatan kami mulai lagi dengan agenda kunjungan ke balai pembenihan ikan. Balai ini hanya melakukan pembenihan pada 2 jenis ikan, yaitu Ikan Kakap Bintang dan Ikan.. (wah lupa gaes :(). Lokasinya bersih dan rapi, kami melihat-lihat dan sangat takjub sekali. Walaupun tidak ada guide yang mendampingi dan hanya ada beberapa karyawan saja. Saya bertemu karyawan yang sedang mengontrol kondisi pH, salinity dan DO. Beliau lulusan fakultas tetangga saya di teknik yaitu perikanan. Banyak katanya alumni dari sana yang kerja disini. Saya pun ikut mencoba untuk menghitung kadar salinitas airnya. Dan salinity menunjukkan 34. Ini pahit banget pasti hmm. 
     Setelah keluyuran, kami duduk di gazebo mini yang pemandangannya langsung ke Laut Jawa itu. Hmm rasanya benar-benar damai, apalagi anginnya sepoi-sepoi dan perasaan tenang sekali. Jauh dari rutinitas yang membosankan. Akhirnya kita foto-foto...




















Overall, selamat bertemu di cerita selanjutnya ya! Keep Inspiring !

Komentar